<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Turalakey&#039;s &#187; Sorga</title>
	<atom:link href="http://turalakey.com/tag/sorga/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://turalakey.com</link>
	<description>Place for Share</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Feb 2010 10:44:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kecelakaan jatuh Ke Sorga (Part 2)</title>
		<link>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kecelakaan-jatuh-ke-sorga-part-2</link>
		<comments>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kecelakaan-jatuh-ke-sorga-part-2#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 14:54:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepercik Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Mickey Robinson]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[Sorga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://turalakey.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari-hari dan minggu berikutnya, tubuhku seluruhnya terinfeksi dan berat badanku turun dari 167 pound ke tulang-belulang saja yaitu 90 pounds. Tubuhku menjadi sangat kurus dan tak berharga dan luka-luka terbuka yang berkembang yang memperlihatkan tulang-tulangku. Bagian belakang tumitku  membusuk dan tanganku terinfeksi sangat parah sehingga mereka berpikir untuk mengamputasinya.
Saya berada dalam kesakitan luar biasa. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada hari-hari dan minggu berikutnya, tubuhku seluruhnya terinfeksi dan berat badanku turun dari 167 pound ke tulang-belulang saja yaitu 90 pounds. Tubuhku menjadi sangat kurus dan tak berharga dan luka-luka terbuka yang berkembang yang memperlihatkan tulang-tulangku. <span id="more-98"></span>Bagian belakang tumitku  membusuk dan tanganku terinfeksi sangat parah sehingga mereka berpikir untuk mengamputasinya.</p>
<p>Saya berada dalam kesakitan luar biasa. Ada bisul/borok eksternal dan internal dari cairan lambung yang keluar secara berlebihan yang membuat lubang di<br />
perutku. Ini menyebabkan banyak pendarahan di dalam. Setiga oesophagusku hancur dan meninggalkan bekas luka sehingga saya tidak bisa minum air. Darahku<br />
terinfeksi oleh mikroorganisme dan ada hari-hari di mana saya kehilangan darah sampai sebanyak 10 pints hampir seluruh volume tubuhku. Saya juga mengalami<br />
lupa kepala dan memar di otak.</p>
<p>Tubuhku melawan sekuatnya pada kematian, tetapi ini adalah pertempuran yang kalah. Tiap komplikasiku dapat membunuh seseorang. Saya buta pada mata kananku.<br />
Saatnya tiba tubuhku menjadi kaku, dan saraf di kedua kakiku mati. Tulangku menjadi lembek, dan kakiku melengkung seperti cakar melewati batas tempat tidurku.</p>
<p>Dokter-dokter sudah melakukan apa yang mereka mampu &#8211; memberi obat, membersihkan luka dan merawatku sebisanya. Mereka bahkan memanggil pakar dari Rumah sakit<br />
Universitas di Cleveland. Beberapa tahun kemudian, saya membaca ringkasan dari hasil pemeriksaan medisnya. Banyak kata-kata besar yang menggambarkan betapa<br />
sakitnya aku, dan kemudian dia menulis, &#8220;Tidak ada apapun yang bisa saya lakukan untuk anak muda ini!&#8221;, sehingga akhirnya mereka merelakan aku untuk mati<br />
!.</p>
<p>Ada saat di mana saya tidak sadar, dan tidak ada respon yang tampak. Ada juga waktu sadar seperti saat ini. Tetapi seringkali, saya berada di antara kondisi<br />
sadar dan tidak. Sebagian besar yang saya ingat adalah saya sangat sakit dan dapat merasa hidup tersalur keluar dari diriku seperti seseorang menekan tombol<br />
saklar.</p>
<p>Saat saya berbaring sekarat, temperaturku mencapai 160 derajat, saya sangat tidak nyaman sehingga apabila seseorang meletakkan tangan di tempat tidur, saya<br />
akan ngeri dengan penderitaan. Seluruh tubuhku dipenuhi penderitaan, setiap sel tubuhku tertekan, tetapi saya masih merasa tubuhku masih berjuang untuk<br />
bertahan.</p>
<p>Paat waktu itu, saya mengalami pengalaman yang mengubahkan hidup. Secara sekejab dunia fisik menjadi hilang dan manusia batiniahku keluar dari tubuh fisik.<br />
Saya tidak lagi di ruangan rumah sakit, saya memasuki dunia roh. Tiba-tiba saya menjadi sadar akan dua hal: dunia spiritual adalah dunia yang nyata dan tidak<br />
aktifnya indera persepsi akan waktu.</p>
<p>Ini sungguh menakjubkan. Saya menemukan diriku pergi ke suatu tempat dan tidak memiliki kontrol atasnya.</p>
<p>Tiba-tiba, tampak pintu yang sedang menutup. Kegelapan yang luar biasa mulai melingkupi aku, dan saya melihat ini adalah titik pemisahan. Datang dari ruangan yang<br />
sedang mulai menutup suatu sorot sinar yang paling putuh dan murni yang pernah saya lihat. Pintu mulai lebih cepat menutup lagi. Maksud pemisahan ini menjadi<br />
jelas padaku. Saya tahu apabila pintu ini tertutup seluruhnya, saya akan terpisah seluruhnya dari kekekalan yang ada dari sinar tersebut.</p>
<p>Saya mengalami kehilangan harapan yang sangat dan ketakutan yang dalam. Pemisahan adalah ketiadaan akan harapan! Pemisahan secara eksternal adalah siksaan<br />
yang melampaui apa yang bisa kita percaya. Saya mau Anda mengetahui bahwa ada tempat yang ada di suatu tempat yang merupakan pemisahan secara kekal. Saat itu<br />
saya diijinkan tidak hanya melihat tetapi mengalami perasaan seperti apakah pemisahan secara kekal. Dan saya mulai menangis pada Tuhan.</p>
<p>bersambung ke part 3</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kecelakaan-jatuh-ke-sorga-part-2" title="setiga yang hilang">setiga yang hilang</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.213 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kecelakaan-jatuh-ke-sorga-part-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecelakaan Jatuh Ke Sorga (Part 1)</title>
		<link>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kecelakaan-jatuh-ke-sorga-part-1</link>
		<comments>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kecelakaan-jatuh-ke-sorga-part-1#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 14:51:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepercik Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[Sorga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://turalakey.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Ini hanya suatu malam di bulan Agustus bagi empat orang pria dan saya sendiri yang biasa melakukan lompat dengan parasut secara rutin. Kondisi untuk terbang
memang tidak baik, karena kombinasi dari suhu yang panas dan kelembaban yang tinggi. (dikutip dari http://www.surga.info)
Saya tidak memikirkannya, saya adalah seorang peski udara dan sudah bekerja pada tim demonstrasi di hadapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini hanya suatu malam di bulan Agustus bagi empat orang pria dan saya sendiri yang biasa melakukan lompat dengan parasut secara rutin. Kondisi untuk terbang<br />
memang tidak baik, karena kombinasi dari suhu yang panas dan kelembaban yang tinggi. (dikutip dari http://www.surga.info)<span id="more-96"></span></p>
<p>Saya tidak memikirkannya, saya adalah seorang peski udara dan sudah bekerja pada tim demonstrasi di hadapan ribuan orang. Tidak semua di pesawat sesantai<br />
saya pada saat itu. Pada saat itu ada yang baru terjun pertama kali dan ada yang baru keempat kalinya. Seluncur udara adalah hidupku, tidak ada yang lain<br />
yang berarti. Ini telah memenangkan hatiku sejak menyaksikan pertunjukan di sekolah parasut. Perkembangan dari lompatan pertama sampai lompatan free-fall<br />
saya adalah cepat. Saya terobsesi olehnya &#8211; tidak ada waktu atau uang yang kuanggap terlalu banyak untuk hal ini. Kadangkala saya terbang dengan beberapa<br />
peselunsur udara terbaik di dunia.</p>
<p>Saya akan bercerita pada orang-orang di bar, berusaha membawa mereka pada hobi dan kesukaan saya&#8230; Saya bahkan punya stiker bemper. Teman-teman lama kuatir<br />
bahwa saya akan overboard, tetapi saya tidak peduli. Saya komitmen 100% pada seluncur udara, dan saya tahu bahwa saya memiliki kontrol atas hidup saya<br />
sepenuhnya. Pada malam itu, dengan muatan penuh sebanyak 6 orang, pesawat dengan lancar lepas landas, lalu melaju dengan kecepatan 100 mil / jam. Tiba-tiba,<br />
tanpa peringatan, mesin mati. Pilot melihat aku dan berkata, &#8220;Kita turun ke bawah!&#8221;. Pesawat lalu mengarah ke bumi, dan berakibat sayap menyatu dengan badan<br />
pesawat. Kemudian pesawat berputar, sayap berputar seperti roda dan mengarah ke bawah kemudian menghantam bumi.</p>
<p>Saya terjun bebas, dan wajah saya menghantam interior dinding pesawat yang keras. Terlukan dan shock, tiga peseluncur lain keluar dari rongsokan pesawat dan<br />
lari. Peseluncur keempat juga keluar. Dia melihat pilot dan saya bergerak dan menganggap bahwa kami sedang keluar melarikan diri juga. Setelah dia keluar,<br />
pesawat terbakar, tangki bahan bakar telah pecah dan gasolin pesawat terpancar ke mana-mana. Ketakutan, dia berteriak dan tiba-tiba sadar bahwa kami masih<br />
berada di pesawat. Lari kembali ke rongsokan pesawat yang terbakar, dia melihat aku, terbakar dari kepala sampai ujung kaki, mencoba melepaskan kakiku yang<br />
terperangkap di lubang di mana pesawat ada. Dia berteriak ke pilot supaya ikut melepaskan dan berusaha menarik keluar saya. Tetapi saya tertahan!</p>
<p>Saya lahir di tahun 1949 di Cleveland, Ohio pada era &#8220;happy day&#8221; dan tumbuh dengan sikap yang merefleksikan mood dari masyarakat saat itu. Saya hidup untuk<br />
hal-hal yang saya sukai, dan hidup bukanlah hal yang dianggap serius. Saya pergi ke gereja tiap hari Minggu (keluargaku adalah Katolik Roma), maka saya<br />
dibekali dengan pengetahuan akan Tuhan. Tetapi saya tidak pernah bertemu siapapun yang mengenal Dia secara pribadi.</p>
<p>Saat bertumbuh besar, saya memulai memainkan konsep daripada memikirkan hal yang sesuai alkitab, terkait dunia ini, penciptaan dan kekekalan. Ini menjauhkan<br />
dari pesan sederhana Injil yang menjadi faktor penting dalam hidupku (meskipun saya belum benar-benar bertobat) dan memiliki gaya hidup remaja umumnya yaitu<br />
pacaran dan olahraga.</p>
<p>Setelah lulus dari SMA, saya melanjutkan hidup dengan bekerja di perusahaan stockbroker. Kemudian saya berpikir saya sukses besar dan memiliki semuanya!<br />
Orang-orang kagum pada apa yang saya peroleh.</p>
<p>Pada umur 18 tahun saya pergi ke mana-mana. Saya bekerja di kota Cleveland downtown di kantor modern dan maju dikelilingi oleh banyak orang yang menarik,<br />
jadi pekerjaan saya menyenangkan, menantang dan menarik.</p>
<p>Dari luar, saya tampak sebagai pria muda penuh percaya diri, menarik &#8211; hidup serasa di pesta. Tetapi di dalam saya didorong oleh perasaan takut &#8211; takut tidak<br />
dipandang, takut gagal. Saya selalu mencari persetujuan dari orang lain. Walau saya tampak memiliki segalanya, sebenarnya saya hidup di ujung keputusasa-an.</p>
<p>Saya putus asa! Terbakar dari kepala sampai ke ujung kaki, dan terperangkap dalam rongsokan, tidak dapat melepaskan diri! Usaha kedua penyelamat saya<br />
berhasil, dengan kekuatan yang lebih dari kekuatan normal, dia menarik saya begitu kuat sehingga terlepas. Menyeret saya dari pesawat, dia melemparkan aku ke<br />
tanah dan menggulingkan saya untuk mematikan api. Hal ini dilakukan beberapa kali karena api masih menyala. Saat dia berhasil mematikan api, dia melangkah ke<br />
pilot tetapi sudah terlambat. Dia sudah terbakar sampai mati.</p>
<p>Saya berbaring di tanah, terluka parah. Kulit lengan dan tangan ku terkelupas ke tanah seperti pada ayam goreng. Selain itu ada juga luka serius yaitu bagian<br />
wajah yang terpotong. Saya bertanya seberapa parah saya terbar dan komentarnya, dengan semua asap yang ada, mereka tidak dapat menceritakan. Tetapi mereka<br />
yakin bahwa sebenarnya mereka pikir saya tidak bisa diselamatkan. Ketika petugas medis memotong pakaian saya, mereka melihat bahwa saya telah bertahan dari<br />
luka bakar tingkat ketiga yang sanat serius pada sepertiga tubuh saya.</p>
<p>Meskipun saya muda, sehat luar biasa dan sangat atletis, progonosis adalah buruk, saya tidak punya kesempatan untuk bertahan, terutama karena luka bakar<br />
telah mencapai tingkat yang akan mengakibatkan komplikasi yang parah, dan hal itu terjadi.</p>
<p>bersambung part 2</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kecelakaan-jatuh-ke-sorga-part-1" title="lakey tanah">lakey tanah</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.676 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kecelakaan-jatuh-ke-sorga-part-1/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
