<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Turalakey&#039;s &#187; Kejadian</title>
	<atom:link href="http://turalakey.com/tag/kejadian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://turalakey.com</link>
	<description>Place for Share</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Feb 2010 10:44:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Lepaskan dan Dapatkan</title>
		<link>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/lepaskan-dan-dapatkan</link>
		<comments>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/lepaskan-dan-dapatkan#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 04:14:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepercik Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ayub]]></category>
		<category><![CDATA[Kejadian]]></category>
		<category><![CDATA[Lukas]]></category>
		<category><![CDATA[Yohanes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://turalakey.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Lukas 17:28-33
Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Barangsiapa pada hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lukas 17:28-33</p>
<p>Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. <span id="more-52"></span>Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. Ingatlah akan isteri Lot! Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.</p>
<p>Istri Lot menoleh ke belakang, karena dia merasa sayang dengan segala sesuatu yang mereka tinggalkan, karena tanah Sodom dan Gomorah, tanah yang begitu indah (Kej 12:10) dan dia mendapatkan upahnya menjadi tiang garam.</p>
<p>Keterikatan kita terhadap apa yang kita miliki didalam dunia ini dapat menjadi boomerang terhadap hubungan kita dengan Tuhan, seolah2 kita tidak dapat hidup jika kita tidak memiliki atau mendapatkannya sehinga kita menjadi khawatir, takut dan kita mulai membayangkan hal-hal yang menurut pikiran kita bisa terjadi atau memikirkan segala cara untuk mendapatkannya. Inilah pekerjaan Iblis yang membisikan kata didalam hati kita yang membuat diri kita terjatuh jika kita terus menanggapinya, Iblis adalah pendakwa dia siap mendakwa kita siang dan malam (Why 12:10), dia mencuri damai sejahtera dan suka cita yang ada didalam diri kita. Dan inilah tandanya jika didalam hati kita tidak ada damai sejahtera dan sukacita, berarti bahwa kita sudah mulai dimasuki oleh kuasa kegelapan dan pada saat itu kita harus datang kepada Tuhan didalam doa.</p>
<p>Sikap kita yang terus menanggapi kekhawatiran dan ketakutan itu dikarenakan kita tidak mempercayai karya Tuhan didalam hidup kita, iblis selalu berusaha menggagalkan rencana Tuhan didalam diri kita yaitu dengan memperlihatkan segala sesuatu yang berasal dari dosa adalah manis rasanya sehingga kita masuk kedalamnya karena dia adalah bapa pendusta (Yoh 8:44). Oleh karena itu dalam segala perkara ucapkan syukur, puji-pujian, doa didalam roh dan kebenaran, itulah yang dikehendaki Tuhan, sehingga kuasa kegelapan tidak menguasai kita, namun kita dibuat semakin peka terhadap dosa-dosa kita.</p>
<p>Kita dapat melihat perilaku Ayub yang mengucapkan syukur atas segala sesuatu yang terjadi didalam hidupnya, walaupun keadaanya berbalik 180 derajat dari yang memiliki menjadi tidak memiliki apapun namun Ayub tetap memuji Tuhan (Ayub 1:20-21).</p>
<p>Jadi jika Ayub melepaskan segala yang ia miliki dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan sehingga dia tetap mengucapkan syukur atas malapetaka yang menimpa dirinya dan keluarganya. Apakah kita sudah mengucapkan syukur pada saat kita mendapatkan sesuatu berkat kelimpahan dari Tuhan? Atau kita pikir bahwa semua itu datang secara otomatis, atau kita pikir semua itu karena usaha dan kerja kita?</p>
<p>Kita boleh bekerja sekuat tenaga, kita boleh bekerja keras banting tulang namun jika Tuhan tidak menghendaki maka semuanya akan berujung pada kehampaan, tidak ada damai sejahtera didalam diri kita.</p>
<p>Kelepasan didalam ketaatan dapat kita liat dari diri Abraham. Abraham yang dengan setia menantikan apa yang dijanjikan Tuhan bahwa ia akan memiliki anak. Tuhan sudah berikan pada saat ia berumur seratus tahun (Kej 21:5). Tapi pada satu saat Tuhan meminta Ishak untuk dikorbankan (Kej 22:1-12). Kita bisa bayangkan betapa sayangnya kita kepada anak kita, apalagi Abraham yang dimasa tuanya dia dapatkan anak itu, namun Tuhan memintanya untuk dikorbankan. Tapi Abraham taat dan memberikannya untuk menjadi korban bakaran bagi Tuhan, dia lepaskan segala ikatan karena Abraham percaya Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan walaupun dalam perjalanannya kita rasakan pahit dan tidak dapat kita mengerti dengan akal dan pikiran kita. Namun dari iman itulah Tuhan berkenan memenuhi segala janji-janjinya.</p>
<p>Abraham mengasihi Allahnya lebih dari segalanya yang ia miliki, bahkan anaknya sendiri yang sudah ia nanti-nantikan berpuluh-puluh tahun. Pada saat ia melepaskan segala ikatan hanya bagi Allah, justru Allah memberikan segala-galanya bagi Abraham dan menikmati segala janji-janji Tuhan (Kej 22:15-18). Begitupun pada Ayub, dia kehilangan segala-galanya namun Ayub tetap setia dengan mengatakan kebenaran Tuhan, dihadapan teman-temannya yang mencela Ayub dan dihadapan Tuhan, sehingga ia mendapatkan kembali segala kepunyaannya dahulu bahkan berlipat ganda (Ayub 42:7 &amp; 10).</p>
<p>Sering kali didalam hidup kita orang-orang disekitar kita membuat kita menjauh dari Tuhan. Mulai dari obrolan, gossip yang akan membawa kita menjadi “hakim-hakim”, dan apa yang kita mau itu yang kita kejar, sementara kita menerima berkat kita lupa bahwa semua itu adalah karya camputangan Tuhan didalam hodup kita, kita terbawa arus dunia seperti istri Lot, tidak ada sukacita, damai sejahtera, tapi kita mengejar apa yang kita mau, kita mempertahankan apa yang menurut kita berharga dan tidak menyerahkan seutuhnya pada karya Roh kudus yaitu penolong bagi kita (Yoh 14:16-17). Hal ini kerapkali tidak kita sadari sehingga kita akan terus berusaha dengan kekuatan kita yang terbatas dan pada suatu titik kita tidak akan lagi mampu untuk melakukannya. Inilah sumber keputusasaan, kekhawatiran, ketakutan, gelisah, gentar karena kita tidak menanggapi karya Roh Kebenaran didalam diri kita. Kita harus menanggapi karya Roh Kudus didalam hidup kita yaitu dengan melepaskan segala keinginan kita dan membiarkan diri kita dikuasai dan dipimpinNYA, sehingga kita dapat menikmati segala janji Tuhan dan DIA tidak akan pernah mengingkarinya selama kita taat kepada firmanNYA dan menghidupinya.</p>
<p>Damai sejahtera dan suka cita dari Kristus Tuhan selalu menyertai kita sekalian! AMIN.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/lepaskan-dan-dapatkan" title="istri lot">istri lot</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/lepaskan-dan-dapatkan" title="tiang garam istri lot">tiang garam istri lot</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/lepaskan-dan-dapatkan" title="abraham menanggapinya dengan taat">abraham menanggapinya dengan taat</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/lepaskan-dan-dapatkan" title="ingatlah akan isteri lot">ingatlah akan isteri lot</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/lepaskan-dan-dapatkan" title="isteri lot jadi tiang garam">isteri lot jadi tiang garam</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/lepaskan-dan-dapatkan" title="lepaskan dan dapatkan">lepaskan dan dapatkan</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/lepaskan-dan-dapatkan" title="melepaskan segala sesuatu yang kita miliki">melepaskan segala sesuatu yang kita miliki</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.356 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/lepaskan-dan-dapatkan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dia tidak Pernah meninggalkan kita</title>
		<link>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/dia-tidak-pernah-meninggalkan-kita</link>
		<comments>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/dia-tidak-pernah-meninggalkan-kita#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 04:24:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepercik Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kejadian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://turalakey.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Dua orang berada di penjara bawah tanah yang gelap, lembap dan senyap. Satu-satunya akses udara hanyalah sebuah jendela kecil yang diletakkan di atas. Ketika malam tiba, mereka hanya bisa melihat kegelapan malam. Seorang di antara mereka mendongak ke atas dan berkata, &#8220;Hidup kita benar-benar terpuruk. Satu-satunya hal yang bisa kita lihat hanyalah gumpalan lumpur hitam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua orang berada di penjara bawah tanah yang gelap, lembap dan senyap. Satu-satunya akses udara hanyalah sebuah jendela kecil yang diletakkan di atas. Ketika malam tiba, mereka hanya bisa melihat kegelapan malam. Seorang di antara mereka mendongak ke atas dan berkata, &#8220;Hidup kita benar-benar terpuruk. Satu-satunya hal yang bisa kita lihat hanyalah gumpalan lumpur hitam di langit!&#8221; dia terus-menerus menggerutu.<span id="more-61"></span></p>
<p>Sebaliknya, yang seorang melihat ke atas dan berkata, &#8220;Kita hanya sementara berada di sini. Coba tengok, aku melihat bintang-bingtang gemerlapan di atas beledu hitam. Sungguh indah! Tidak lama lagi kita akan bebas dan bisa meraih bintang kita sendiri dan menjadi bintang!</p>
<p>Itulah yang namanya paradigma. Cara kita memandang suatu persoalan bisa berbeda, bahkan bertolak belakang satu sama lain. Persoalan bisa sama, tetapi cara menghadapinya yang berbeda dan itulah yang penting. Hal yang sama dialami oleh William Addis yang pada tahun 1770 berada di penjara Inggris. Dia merasa masa depannya suram jika dia tidak berbuat apa-apa. Apa yang bisa diharapkan seorang mantan narapidana ? Apalagi kalau dia tinggal di Indonesia, karena ada pepatah &#8220;Sekali lancung dalam ujian seumur hidup orang tidak percaya!&#8221; Itu sebabnya mengapa narapidana seringkali menjadi penjahat kembali karena tidak ada seorang pun yang mau menerimanya bekerja. Jika pekerjaan baik-baik tidak bisa dia dapatkan, coba tebak apa yang akan dia lakukan? Anda benar, kembali ke pekerjaannya semula.</p>
<p>&#8220;Where there is a will, there is a way!&#8221; William Addis memutar otaknya agar bisa menjadi wiraswastawan. Dia ingin menemukan suatu alat yang berguna, dia ingin membuat sebuah alat yang bisa dipakai untuk membersihkan gigi. Selama berabab-abad orang membersihkan giginya dengan kain lap.</p>
<p>Akhirnya dia mendapatkan pencerahan. Dia membuat lubang di ujung tulang ayam yang baru selesai disantapnya. Kemudian dia minta beberapa helai bulu sikat dari penjaga penjara. Dengan lem, dia memasukkan bulu sikat itu ke lubang yang sudah dia buat. Jadilah sikat gigi yang pertama di dunia! Ketika keluar dari penjara, dia memulai home industry-nya di bidang sikat gigi. Dagangannya laris manis dan William Addis menjadi orang yang kaya raya.</p>
<p>Kisah William Addis yang saya tulis kembali dari karya Don L. Wulffson dari buku Kisah-Kisah Menarik di Balik Penemuan Benda-Benda Biasa dalam Kehidupan Sehari-hari itu menunjukkan sekali lagi bahwa Allah kita yang besar sanggup memberikan ide-ide besar ke dalam otak kita yang kecil. Banyak penemuan akbar yang terinspirasi dari alam. Seperti gedung Opera House yang terkenal itu, jika orang-orang mungkin mengagumi gedung yang menjadi salah satu &#8220;the most photographed building in the world,&#8221; mungkin kita perlu mengagumi ide dasar bangunan akbar itu. Sebab ternyata arsiteknya terinspirasi oleh konfigurasi keong. Itulah sebabnya mengapa bentuknya seperti kulit kerang yang ditangkupkan satu sama lain.</p>
<p>Oleh sebab itu, jika saat membaca Kolom Kita ini Anda mungkin sedang berada di &#8220;lembah kekelaman&#8221; dan &#8220;lembah airmata&#8221; atau bahkan &#8220;lembah bayang-bayang maut&#8221;, jangan pernah menyerah. Persoalan kita mungkin besar sekali, tetapi Allah kita jauh lebih besar lagi. Sebab Tuhan kita adalah EL SHADDAI ( EL =Elohiym yg artinya Allah, sedang Shaddai artinya =Maha kuasa). Jadi EL SHADDAI artinya Allah yang Mahakuasa. El Shaddai mampu melakukan segala perkara, tidak ada yang mustahil bagi El Shaddai.</p>
<p>Lihat saja kehidupan Abraham, apa yang tidak mungkin bagi Abraham, sangat mungkin bagi El Shaddai.</p>
<p>Kejadian 17 : 1a &#8221; Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka Tuhan menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya : &#8220;Akulah Allah Yang Mahakuasa ( nah ini, Allah datang kepada Abram dengan menampilkan diri sebagai El Shaddai ). Saat Tuhan datang sebagai El Shaddai kepada Abram maka yang mustahil menjadi tidak mustahil.</p>
<p>Kejadian 17 : 1b-2 &#8221; Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapanKu dengan tidak bercela. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak. &#8221;</p>
<p>Saat Tuhan menyatakan diri sebagai El Shddai kepada Abram dan mengadakan perjanjian bahwa dia akan melahirkan seorang anak aki-laki, saat itu Abraham sudah berumur 99 tahun ( sepertinya tidak mungkin bisa punya anak ). Tetapi kuasa Tuhan sungguh tak terbatas, hal itu benar-benar terjadi, tahun depan Sara, isteri Abraham melahirkan seorang anak laki-laki, itulah Ishak.</p>
<p>El Shaddai mampu melakukan segala perkara. Sekalipun itu lembah kekelaman, sekalipun itu lembah air mata atau bayang-bayang maut, mari, tetaplah berharap pada Allah El Shaddai. Dan di saat kita merasa tidak mampu dan tak berdaya, di saat itulah Tuhan akan menyatakan diri sebagai El Shaddai, sebagai Allah yang Mahakuasa.</p>
<p>Sebab justru pada usia 99 tahun janji untuk memiliki keturunan itu diberikan pada Abraham, padahal dalam usia 99 tahun itu secara logika mana mungkin seseorang itu bisa memiliki keturunan, fisiknya sudah terlalu lemah, seperti yg tercatat dalam :</p>
<p>Roma 4 : 19 &#8221; Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun dan bahwa rahim Sara telah tertutup. &#8221;</p>
<p>Rasanya sudah tidak mungkin lagi Abraham dan Sara memiliki anak, mereka sudah terlalu tua, fisiknya sudah sangat lemah, bahkan rahim Sara juga sudah tertutup, tetapi apa yang tidak mungkin bagi El Shaddai ? Tidak ada yang tidak mungkin ! Semuanya mungkin bagi El Shaddai , amen ? El Shaddai mampu melakukan segala perkara, amen ? Semuanya mungkin asalkan kita percaya akan kuasaNya.</p>
<p>Oleh sebab itu, apapun yang sedang menimpa kita, jangan pernah putus asa, percayalah Allah yang Mahakuasa, berharaplah selalu kepadaNya.</p>
<p>El Shaddai memberkati kita semua…</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/dia-tidak-pernah-meninggalkan-kita" title="Tuhan tidak pernah meninggalkan kita">Tuhan tidak pernah meninggalkan kita</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/dia-tidak-pernah-meninggalkan-kita" title="William Addis">William Addis</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/dia-tidak-pernah-meninggalkan-kita" title="jangan pernah meninggalkan Tuhan">jangan pernah meninggalkan Tuhan</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/dia-tidak-pernah-meninggalkan-kita" title="tuhan tak meninggalkan kita">tuhan tak meninggalkan kita</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/dia-tidak-pernah-meninggalkan-kita" title="KETIKA DIA MENINGGALKAN KITA">KETIKA DIA MENINGGALKAN KITA</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/dia-tidak-pernah-meninggalkan-kita" title="Allah tidak pernah meninggalkan">Allah tidak pernah meninggalkan</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/dia-tidak-pernah-meninggalkan-kita" title="meninggalkan kita">meninggalkan kita</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/dia-tidak-pernah-meninggalkan-kita" title="Tuhan tak pernah meninggalkan">Tuhan tak pernah meninggalkan</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/dia-tidak-pernah-meninggalkan-kita" title="tuhan tak pernah meninggalkan kita">tuhan tak pernah meninggalkan kita</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/dia-tidak-pernah-meninggalkan-kita" title="Tuhan tidak meninggalkan kita">Tuhan tidak meninggalkan kita</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.948 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/dia-tidak-pernah-meninggalkan-kita/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
