Si Putih dan Si Hitam

Seorang anak muda bernama George dalah seorang penyanyang binatang. Dia mempunya beberapa binatang peliharaan diantara nya 2 ekor anjing yaiu si putih dan si hitam. Si putih dan si hitam ini sangat berbeda kelakuakn nya, si putih adalah seekor anjing yang periang dan lincah dia sangat senang berada dekat dengan George, apabila George berada di rumah dia selalu berada disampingnya dan menjilat jilat kaki George sebagai tanda bahwa dia perduli dengan George sambil ekornya bergerak gerak dan sekali kali dia melompat di pelukan George karena George memberikan kode untuk duduk diatas pangkuanya. Tetapi si hitam kelakuannya bertolak belakang dengan si putih, dia lebih suka menggonggong sebagi tanda ingin bermain dengan George dihalama luar, berlari lari sambil menggonggong. Dan juga perbedaan yang sangat menyolok adalah dari selera makan mereka berdua, si putih selalu memakan makanan yang disediakan dipiring nya tetapi si hitam dia memakan apa saja baik yang ada dipiring nya ataupun makanan sisa yang telah dibuang di sampah dan itu telah menjadi kebiasaan si hitam karena George tidak pernah melarangnya memakan sisa makanan dari tempat sampah.

Dan 2 minggu terakhir George begitu sangat disibukkan oleh kegiatan kegiatan sekolahnya dimana dia harus menghadapi ujian semester nya, jadi apabila dia berada di rumah dia akan sangat sibuk di ruang belajarnya, dan ditambah juga dia akan menghadapi pertandingan Final basket ball nya di musim gugur, mengakibatkan George lebih sering berada di luar rumah untuk latihan latihan yg diperlukan dalam Kejuaraan Final itu. dant tanpa di sadarnya i dia telah menggabaikan binatang peliharaan nya termasuk si putih dan si hitam. Akhirnya George hanya memberikan mereka berdua makan sekali dalam satu hari karena dia begitu disibukkan dengan kegiatan kegiatannya.

Akibat dari kekurangan makanan yang disediakan akhirnya si putih mulain menjadi anjing yang agak lemah, tidak selincah sebelumnya dan tubuh nya semakin kurus dan gerakan nya menjadi lambat, berbeda dengan si hitam, tidak keliatan perubahan dalam tubuh nya bahkan dia semakin gemuk karena terkadang dia memakan juga dari makanan sisa George yang kadang terburu buru meninggalkan rumah sehingga tidak menghabiskan sisa makanan nya dan menjadi keuntungan buat si hitam untuk memakan sisa makanan tersebut dan juga ditambah
berlangganan sisa makanan di tempat sampah.

Suatu sore terjadi perkelahian antara si putih dan si hitam, dan perkelahian itu dimenangkan oleh si Hitam, karena dari postur tubuhnya si Hitam lebih Gemuk dan lebih kuat dari si putih. Akibat dari perkelahian itu si putih menderita pendarahan di bagian telinga dan bagian matanya, juga dibagian badannya.

Si putih dan si hitam itu adalah contoh dari 2 sisi kehidupan kita, dan George adalah pribadi kita. Sii putih adalah kehidupan rohani kita dan si hitam adalah kehiduapn kedagingan kita. Dan yang mengontrol kehidupan ini adalah pribadi kita sendiri.

Tergantung kepada diri kita sendiri yang mana yang harusnya kita beri makan yang lebih banyak , si putih atau si hitam, kalau kita memberikan makanan kepada si putih ( kehidupan Rohani kita ) lebih banyak dari si hitam tentu nya si putih akan tumbuh lebih besar dan kuat dari si hitam, sehingga pada waktu terjadi perkelahian pasti akan dimenangkan oleh si putih.Tetapi apabila kita membiarkan si hitam (kehidupan kedagingan kita) mendapat makanan yang lebih banyak dengan si putihbahkan mendapat mendapat extra dari makanan sampah yang kita tidak dapat mengontrolnya, sudah pasti si hitam yang akan memenangkan perkelahian tersebut.

Teman,bagaimana dengan kehidupan kerohanian kita, apakah kita telah memberikan makanan lebih banyak kepada kehidupan kerohanian kita atau kah sebaliknya, apa bila sebaliknya lambat atau cepat, hanya menunggu tanggal mainnya dan pasti, kedagingan itu akan memenangkan kehidupan kerohanian kita.

Pilihan ada ditangan kita !!!

Galatia 5:16 – 17 : Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

Tuhan memberkati.

Incoming search terms for the article:

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply