<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Turalakey&#039;s &#187; Sepercik Cahaya</title>
	<atom:link href="http://turalakey.com/category/sepercik-cahaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://turalakey.com</link>
	<description>Place for Share</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Feb 2010 10:44:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Cinta Sejati</title>
		<link>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/cinta-sejati</link>
		<comments>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/cinta-sejati#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 10:44:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepercik Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[cinta sejati; kasih sejati]]></category>
		<category><![CDATA[kasih Bapa]]></category>
		<category><![CDATA[setia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://turalakey.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Belum habis para malaikat terkagum-kagum akan apa yang telah dibuatNya selama 5 hari sebelumnya, dan hari itu Allah mengambil keputusan, &#8220;Aku akan menciptakan yang laen daripada yang laen hari ini !&#8221; kataNya pada hari yang ke-enam.
Tiba-tiba Allah turun dari tahtaNya yang mulia dan berkilauan, Ia menginjakkan kakiNya diatas tanah yang berlumpur itu untuk pertama kalinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belum habis para malaikat terkagum-kagum akan apa yang telah dibuatNya selama 5 hari sebelumnya, dan hari itu Allah mengambil keputusan, &#8220;Aku akan menciptakan yang laen daripada yang laen hari ini !&#8221; kataNya pada hari yang ke-enam.</p>
<p>Tiba-tiba Allah turun dari tahtaNya yang mulia dan berkilauan, Ia menginjakkan kakiNya diatas tanah yang berlumpur itu untuk pertama kalinya dan, dengan penuh kelembutan, Ia menggulung lengan jubahNya.</p>
<p>Berbisik-bisiklah para Malaikat satu dengan yang laen, dengan penuh rasa ingin tahu apakah gerangan yang membuat Allah turun dari tahtaNya dan berdiri diatas lumpur itu. Lalu seorang malaikat memberanikan diri dan bertanya,&#8221; Ya Allah Yang Mulia, Maha Penyayang dan Pengasih, apakah yang akan Kau buat hingga Kau merelakan kaki dan jari-jari tanganMu menyentuh lumpur yang kotor itu? Biarlah kami yang melalukan pekerjaan yang kotor ini sebab Engkau tidak layak untuk melakukan ini semua&#8221;.Tersenyumlah Allah dengan senyuman khasNya yang lembut, &#8220;Lihatlah, sebentar lagi pekerjaanku akan selesai&#8221;. &#8220;Apakah yang akan Kau buat Tuanku?&#8221; tanya malaikat itu lagi. Allah menjawab, &#8221; Aku akan menciptakan karya yang terindah yang segambar dan serupa dengan diriKu.&#8221;. Terbelalaklah mata malaikat itu, &#8220;Wah&#8230;begitu mulianya dan berharganya ciptaanMu ini. Mengapa Engkau mau menciptakannya ?&#8221; ,tanyanya sambil menengadahkan kepalanya. JawabNya,&#8221; Akan ada kasih di hatinya bagiKu, akan ada pujian dari mulutnya, dan akan ada cinta yang sejati antara Aku dan dia. Bukankah itu indah? Pernahkah terlintas di pikiranmu akan hal ini, dicintai dan mencintai dengan cinta yang sejati ?&#8221;.Terkagumlah malaikat itu dan dengan mata yang berbinar-binar berkata, &#8221; Sangat indah ya Tuanku, sangat indah&#8230;Sungguh tak sekalipun hal ini terlintas di pikiranku. Pastilah ciptaan dariMu ini senantiasa akan menyenangkanMu, selalu patuh padaMu, tak pernah menyangkaliMu dan mengasihiMu sepanjang hidupnya&#8230;&#8221;. Sembari menyeka keringat ilahiNya dan tersenyum, &#8220;Yang Kau katakan itu sangatlah indah dan ideal, tetapi tidaklah demikian. Dia akan memiliki kebebasan dan dia akan memiliki pilihan untuk mengasihiKu atau tidak.&#8221; Semerta-merta raut muka malaikat itu berubah dan tenggelam dalam kebingungan yang tak terselami, &#8221; Dengan demikian mereka memiliki kesempatan untuk membuat diriMu sedih, ya Rajaku. Engkau terlalu baik untuk dikecewakan Tuanku, tidak kah lebih baik untuk tidak menciptakannya atau mungkin menciptakan mereka dengan hati yang selalu mencintaiMu, tanpa pilihan yang lain?&#8221; &#8220;Aku menginginkan cinta yang sejati, hambaKu. Dan cinta yang sejati bukanlah cinta yang memaksa tetapi cinta yang timbul dari segala macam pilihan yang ada&#8221;. Mengertilah malaikat itu dan berkata, &#8220;Jadilah kehendakMu ya Tuanku ! Kudus dan mulialah Engkau selamanya !&#8221;.</p>
<p>Seraya itu juga, lumpur itu mulai menunjukkan bentuknya yang berstruktur sama dengan Allah dan akhirnya Ia berkata, &#8221; Kuhembuskan nafas kehidupan daripadaKu, jadilah engkau Manusia !&#8221;<br />
(Kejadian1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka).</p>
<p>Itulah KASIH BAPA kita yg sempurna, bagaimana dengan kita ?? sudahkah kita mengasihi DIA ??</p>
<p>Mari renungkan lah peristiwa ini sejenak dan berdoalah !!! apabila engkau belum mengasihi DIA dengan CINTA yang SEJATI, jangan kecewa atau sedih, DIA adalah BAPA kita yg baik dan SETIA , DIA Senantiasa menunggu kita untuk mengasihinya dengan KASIH SEJATI.<span id="more-91"></span><br />
Katakan pada DIA saat ini bahwa engkau mau memulainya&#8230;</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/cinta-sejati" title="cinta sejati adalah">cinta sejati adalah</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/cinta-sejati" title="cinta sejati kasih">cinta sejati kasih</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took -0.002 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/cinta-sejati/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cangkir Cantik</title>
		<link>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/cangkir-cantik</link>
		<comments>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/cangkir-cantik#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 11:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepercik Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[cangkir]]></category>
		<category><![CDATA[Ketekunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencobaan]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Yakobus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://turalakey.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Sepasang opa dan oma pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik &#8220;Lihat cangkir itu,&#8221; kata si oma kepada suaminya. &#8220;Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,&#8221; ujar si opa.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara &#8220;Terima [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepasang opa dan oma pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik &#8220;Lihat cangkir itu,&#8221; kata si oma kepada suaminya. &#8220;Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,&#8221; ujar si opa.<span id="more-104"></span></p>
<p>Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara &#8220;Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang penjunan dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata &#8220;belum !&#8221; lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop ! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi.</p>
<p>Tapi orang ini berkata &#8220;belum !&#8221; Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Wanita itu berkata &#8220;belum !&#8221; Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya ! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku.</p>
<p>Setelah puas &#8220;menyiksaku&#8221; kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.</p>
<p>Saudara, seperti inilah Allah membentuk kita. Pada saat Ia membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi Allah untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan Allah. Yak 1 : 2 &#8211; 4 &#8220;Saudara-saudaraKu, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab kamu tahu bahwa UJIAN terhadap IMANMU menghasilkan KETEKUNAN. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya kamu MENJADI SEMPURNA dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.&#8221; Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Allah sedang membentuk anda. Bentukan &#8211; bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai. Anda akan melihat betapa cantiknya Allah membentuk anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/cangkir-cantik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecelakaan jatuh Ke Sorga (Part 3)</title>
		<link>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kecelakaan-jatuh-ke-sorga-part-3</link>
		<comments>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kecelakaan-jatuh-ke-sorga-part-3#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 14:57:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepercik Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kecelakaan Pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[Mickey Robinson]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://turalakey.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Saya telah ditanya. &#8220;Apakah kamu orang Kristen pada saat ini terjadi?&#8221; Malam mereka membawaku ke ruangan darurat, meskipun saya tidak ingat, saya minta ibu untuk mengirim pendeta yang pernah saya kenal. Dia datang cepat ke sampingku, mengurapiku dengan minyak dan berdoa untukku.
Pertobatan terjadi pada waktu itu. Saat saya berbaring di sana, sangat terluka, sakit menuju [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya telah ditanya. &#8220;Apakah kamu orang Kristen pada saat ini terjadi?&#8221; Malam mereka membawaku ke ruangan darurat, meskipun saya tidak ingat, saya minta ibu untuk mengirim pendeta yang pernah saya kenal. Dia datang cepat ke sampingku, mengurapiku dengan minyak dan berdoa untukku.<span id="more-101"></span></p>
<p>Pertobatan terjadi pada waktu itu. Saat saya berbaring di sana, sangat terluka, sakit menuju kematian. Saya menangis, &#8220;Tuhan. Saya minta maaf! Berilah aku<br />
kesempatan lain!&#8221;. Berulangkali saya pergi ke ruangan bedah, tidak mengetahui apakah akan bangun lagi dan pengetahuan ini memulai sesuati di dalam. Saya<br />
tidak tahu bagaimana berdoa, tetapi saya meminta pada Tuhan untuk pengampunan.</p>
<p>Saat saya berdiri di ujung dari kekekalan pada saat pintu menutup dan kegelapan mulai menyelimutiku. Saya tahu bahwa dalam satu detik saya dapat terpisah<br />
secara kekal dari sumber semua kehidupan! Saya memulai berteriak hal yang sama seperti sebelumnya yang pernah saya doakan pada saat masih sadar, &#8220;Tuhan, saya<br />
ingin hidup! Saya minta maaf! Tolong beri saya kesempatan lain!.</p>
<p>Karunia dan belas kasihan Tuhan melebihi pengertian kita! Secara tiba-tiba saya berada di Surga; Suatu kontras! Keputusasaan kekal dibandingkan kasih dan<br />
kenyamanan yang kekal. Saya tahu bahwa saya tidak akan mati. Saya memiliki kesadaran mendalam akan hidup kekal &#8211; dan dijamin secara absolut bahwa saya selalu<br />
hidup dalam kenyamanan dan perhatian. Alkitab berkata, &#8220;&#8230; dalam hadirat Tuhan adalah kepenuhan akan sukacita dan pada tangan kananNya kebahagiaan<br />
diungkapkan pada realita kehidupan.&#8221; Kemuliaan dan kuasa Tuhan di mana saja melingkupiku, di bawaku, di sekelilingku, dan bergetar melaluiku.</p>
<p>Kemudian Tuhan mulai menampakkan padaku kejadian masa depan. Saya melihat detik, hari, minggu dan tahun yang ada di depanku &#8211; semua terhubung bersamaan. Saya<br />
tidak melihat hanya 1 hari dan kemudian dan melewati yang lain. Saya melihat waktu &#8211; saya tidak tahu bagaimana Tuhan melakukan hal ini, tetapi Dia memiliki<br />
kemampuan. Saya melihat diriku melihat orang yang tidak pernah saya tahu seperti sudah tahu, hal ini seperti melihat sesuati di televisi. Beberapa kejadian<br />
diperbesar sangat jelas pada penglihatanku; kemudian saya ingin pergi ke hal lain, karena beberapa waktu saya melihat diriku melakukan hal-hal bodoh yang<br />
seharusnya tidak saya lakukan dan ingin memanggil diriku, &#8220;Jangan lakukan itu!&#8221; Tetapi saya hanya bisa melihat dan pandangan itu akan berganti ke hal lain.</p>
<p>Tuhan berkata bahwa saya akan kembali ke dunia. Dia tidak berbicara dalam bahasa seperti yang saya gunakan, tetapi pengetahuan dan kesadaran bahwa saya akan<br />
kembali hanya datang begitu saja. Tiba-tiba sebagaimana seseorang memiliki benang dan mengulur saya seperti layang-layang. Saya mulai berjalan kembali ke<br />
kehidupan di mana saya berasal dan kembali ke tubuh fisik saya. Saya juga merasa rohku menekan masuk ke dagingku. Dapatkan Anda bayangkan bahwa seperti<br />
apakah angin meniup daun-daun dari pohon. Hal ini, seperti yang saya bayangkan, sama halnya dengan apa yang saya alami saat rohku terhubung kembali ke<br />
dagingku. Tiba-tiba, saya dapat melihat melakui mata fisik dan mendengar melalui telinga fisikku.</p>
<p>Saat saya mulai kembali ke kesadaran normal. Saya menyadari bahwa saya berbicara dalam bahasa yang indah dan bertanya-tanya apa yang terjadi. Sesaat setelah<br />
saya menyadarinya bahasa tersebut berhenti dan saya menjadi sadar bahwa saya hidup. temperatur 106 derajat telah normal dan saya masuk dalam tidur yang<br />
nyenyak untuk pertama kalinya setelah terluka. Saat saya bangun beberapa jam kemudian saya lengkap pada kain yang penuh darah dan keringat, tetapi<br />
beristirahan dalam lautan kedamaian!. Untuk pertama kalinya, saya tahu seperti apakah damai yang sejati.</p>
<p>Dokter-dokter tidak tahu menahu tentang pengalamanku dan masih menungguku untuk mati tetapi tidak! Saya masih sangat sakit, dan menurut pengertian mereka,<br />
harusnya sudah mati. Tetapi beberapa hari berikutnya kondisiku semakin membaik, meski saraf-saraf di kedua kakiku masih mati, dan dokter masih kukuh<br />
berpikir bahwa aku tidak akan bisa berjalan lagi.</p>
<p>Tahun berikutnya dihabiskan terus di rumah sakit, diikuti 4 tahun keluar masuk institusi medis. Ini sungguh proses yang panjang! Saya mengalami 75-100<br />
operasi dan melalui banyak hal aneh, sampai saya menyadari bahwa saya punya hak untuk protes, beberapa dokter bedah plastik melakukan prosedur eksperimen.<br />
Tetapi, oleh dan banyak orang melakukan hal terbaik untuk merawat aku.</p>
<p>Saya tidak mengerti apa yang terjadi padaku secara spiritual. Saya diselamatkan, lahir-baru dan penuh dengan Roh Kudus, tetapi tidak sadar apa arti hal-hal<br />
tersebut. Tidak ada sesuatu pada pengalamanku sebelumnya atau pengertian untuk membantuku mengkaitkan pada apa yang terjadi secara spiritual padaku.</p>
<p>Saya mulai sembuh, pelan-pelan pertamanya. Satu kakim mulai berfungsi; yang lain masih tidak merespon. Saraf yang ada di depan kakiku sepertinya mati; ini<br />
tidak merespon saat tes arus listrik dilakukan. Tulang-tulangku lembek dan kakiku menggantung ke bawah, saya tidak dapat menggerakkannya. Mereka memakaikan<br />
penguat kaki, berpikir bahwa kondisi ini permanen.</p>
<p>Setelah hampir 1 tahun, kaki ini tiba-tiba sembuh &#8211; ini sungguh luar biasa! Saya mulai berkata pada kaki-kakiku tiap hari, &#8220;Ayo berangkat!&#8221; dan meski kaki<br />
kananku patuh, tetapi kaki kiriku masih memberontak. Ini tidak pernah tunduk pada perintahku. Hingga suatu hari aku melakukannya, kaki kiriku bergerak dan<br />
aku berjalan &#8211; ini suatu pengalaman luar biasa! Saya melepas penahan kaki dan melemparkannya dan tidak pernah menyentuhnya lagi.</p>
<p>Saya mengalami banyak kesembuhan yang dahsyat. Sekita 5 tahun setelah kecelakaan, penglihatanku dipulihkan dari mata yang buta. Meskipun ada prosedur bedah<br />
yang dilakukan, tetapi hal ini masih tidak bisa dijelaskan oleh dokter. Mereka yakin bahwa ini tidak akan berhasil bahkan pernah menolak pembedahan karena<br />
merasa ini akan menjadi penyia-nyiaan kornea yang orang lain dapat lakukan. Ini hanya permintaan gigihku yang terus menerus bahwa pembedahan harus dilakukan<br />
dan hasilnya adalah penglihatanku kembali!</p>
<p>Satu kejadian sangat lucu. Ooesophagusku sudah hancur, makanan tidak dapat masuk perutku juga, bersama dengan kondisi lain, saya akan mati karena kelaparan.<br />
Sehingga selang karet dipasang di perutku, dan saya diberi makan melaluinya dengan makanan yang sudah dihaluskan.</p>
<p>Untuk memperbaiki kondisi tersebut, prosedur dimulai untuk melebarkan oeshopagusku. Dua kali mereka memasang objek bundar dari krom dengan pipa panjang pada<br />
ujungnya dan diisi dengan merkuri, terkiat dengan benang dan menarik kerongkongan dan melalui oesophagusku. Oleh karena itu, saya memiliki benang hijau yang<br />
diikat ke hidungku.</p>
<p>Satu hari Tuhan menyembuhkan kakiku. Saya berada di pusat rehabilitasi di mana semua orang tahu bahwa saya adalah seseorang dengan banyak problem. Dokter<br />
membawaku ke semua dokter yang bertanggung jawab di tiap departemen dan berkata, &#8220;Kami melakukan prosedur pembedahan hari ini.&#8221; Kemudian dia menarik benang<br />
tersebut dan saya akan menjejakkan kakiku. Itu sungguh sangat lucu!&#8221;</p>
<p>Hari ini saya menikmati hidup! saya bermain dengan anak-anakku, berlari, bermain ski di salju dan menaiki kuda. Hal ini sungguh mengagumkan karena saya<br />
diperkirakan tidak pernah bisa berjalan lagi. Sungguh menakjubkan untuk menikmati gaya hidupku seperti sekarang ini. Di mana sebelumnya banyak hal yang<br />
hilang.</p>
<p>Terkait dengan luka bakarku, saya saat ini cukup lucu dilihat, tetapi dengan kasih karunia Allah, saya tidak begitu memikirkan hal ini, sungguh luar biasa<br />
untuk seseorang yang sudah berada dalam kesia-siaan.</p>
<p>Saya akan dengan senang hati untuk mengambil kesempatan ini untuk menuliskan bahwa ada kecenderungan alamiah, bahkan di antara orang kristen, untuk berfungsi dengan<br />
kekuatan kita sendiri. Saya tahu seperti apa hidup yang biasa jalani sebelum kecelakaan. Tetapi sekarang saya tahu bagaimana menjadi lemah, bangkrut total<br />
dari kekuatan dan tidak mampu menolong diri sendiri. Tidak ada pertolongan dari dunia untukku. Tidak ada dokter yang dapat menyembuhkanku, yang kusayangi<br />
tidak dapat melakukan apa-apa. Tetapi ada kerabat yang tidak pernah bertemu aku, yang secara supranatural dipimpin untuk berdoba bagiku. Kekuatan dari Tuhan<br />
dicurahkan melalui hati mereka yang berdoa dan melalui kuasa Tuhan kematian dikalahkan.</p>
<p>Saya tidak akan merekomendasikan pengalamanku kepada orang lain, tetapi hal ini mengajarkan sangat pentingnya hidup dengan kekuatan Allah. kita semua perlu<br />
mengambil keputusan sadar untuk berhenti bersandar pada kekuatan sendiri dan hidup dengan kekuatan Allah.</p>
<p>Info tentang Mickey Robinson selengkapnya dapat dilihat di: http://www.mickeyrobinson.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kecelakaan-jatuh-ke-sorga-part-3/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecelakaan jatuh Ke Sorga (Part 2)</title>
		<link>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kecelakaan-jatuh-ke-sorga-part-2</link>
		<comments>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kecelakaan-jatuh-ke-sorga-part-2#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 14:54:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepercik Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Mickey Robinson]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[Sorga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://turalakey.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari-hari dan minggu berikutnya, tubuhku seluruhnya terinfeksi dan berat badanku turun dari 167 pound ke tulang-belulang saja yaitu 90 pounds. Tubuhku menjadi sangat kurus dan tak berharga dan luka-luka terbuka yang berkembang yang memperlihatkan tulang-tulangku. Bagian belakang tumitku  membusuk dan tanganku terinfeksi sangat parah sehingga mereka berpikir untuk mengamputasinya.
Saya berada dalam kesakitan luar biasa. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada hari-hari dan minggu berikutnya, tubuhku seluruhnya terinfeksi dan berat badanku turun dari 167 pound ke tulang-belulang saja yaitu 90 pounds. Tubuhku menjadi sangat kurus dan tak berharga dan luka-luka terbuka yang berkembang yang memperlihatkan tulang-tulangku. <span id="more-98"></span>Bagian belakang tumitku  membusuk dan tanganku terinfeksi sangat parah sehingga mereka berpikir untuk mengamputasinya.</p>
<p>Saya berada dalam kesakitan luar biasa. Ada bisul/borok eksternal dan internal dari cairan lambung yang keluar secara berlebihan yang membuat lubang di<br />
perutku. Ini menyebabkan banyak pendarahan di dalam. Setiga oesophagusku hancur dan meninggalkan bekas luka sehingga saya tidak bisa minum air. Darahku<br />
terinfeksi oleh mikroorganisme dan ada hari-hari di mana saya kehilangan darah sampai sebanyak 10 pints hampir seluruh volume tubuhku. Saya juga mengalami<br />
lupa kepala dan memar di otak.</p>
<p>Tubuhku melawan sekuatnya pada kematian, tetapi ini adalah pertempuran yang kalah. Tiap komplikasiku dapat membunuh seseorang. Saya buta pada mata kananku.<br />
Saatnya tiba tubuhku menjadi kaku, dan saraf di kedua kakiku mati. Tulangku menjadi lembek, dan kakiku melengkung seperti cakar melewati batas tempat tidurku.</p>
<p>Dokter-dokter sudah melakukan apa yang mereka mampu &#8211; memberi obat, membersihkan luka dan merawatku sebisanya. Mereka bahkan memanggil pakar dari Rumah sakit<br />
Universitas di Cleveland. Beberapa tahun kemudian, saya membaca ringkasan dari hasil pemeriksaan medisnya. Banyak kata-kata besar yang menggambarkan betapa<br />
sakitnya aku, dan kemudian dia menulis, &#8220;Tidak ada apapun yang bisa saya lakukan untuk anak muda ini!&#8221;, sehingga akhirnya mereka merelakan aku untuk mati<br />
!.</p>
<p>Ada saat di mana saya tidak sadar, dan tidak ada respon yang tampak. Ada juga waktu sadar seperti saat ini. Tetapi seringkali, saya berada di antara kondisi<br />
sadar dan tidak. Sebagian besar yang saya ingat adalah saya sangat sakit dan dapat merasa hidup tersalur keluar dari diriku seperti seseorang menekan tombol<br />
saklar.</p>
<p>Saat saya berbaring sekarat, temperaturku mencapai 160 derajat, saya sangat tidak nyaman sehingga apabila seseorang meletakkan tangan di tempat tidur, saya<br />
akan ngeri dengan penderitaan. Seluruh tubuhku dipenuhi penderitaan, setiap sel tubuhku tertekan, tetapi saya masih merasa tubuhku masih berjuang untuk<br />
bertahan.</p>
<p>Paat waktu itu, saya mengalami pengalaman yang mengubahkan hidup. Secara sekejab dunia fisik menjadi hilang dan manusia batiniahku keluar dari tubuh fisik.<br />
Saya tidak lagi di ruangan rumah sakit, saya memasuki dunia roh. Tiba-tiba saya menjadi sadar akan dua hal: dunia spiritual adalah dunia yang nyata dan tidak<br />
aktifnya indera persepsi akan waktu.</p>
<p>Ini sungguh menakjubkan. Saya menemukan diriku pergi ke suatu tempat dan tidak memiliki kontrol atasnya.</p>
<p>Tiba-tiba, tampak pintu yang sedang menutup. Kegelapan yang luar biasa mulai melingkupi aku, dan saya melihat ini adalah titik pemisahan. Datang dari ruangan yang<br />
sedang mulai menutup suatu sorot sinar yang paling putuh dan murni yang pernah saya lihat. Pintu mulai lebih cepat menutup lagi. Maksud pemisahan ini menjadi<br />
jelas padaku. Saya tahu apabila pintu ini tertutup seluruhnya, saya akan terpisah seluruhnya dari kekekalan yang ada dari sinar tersebut.</p>
<p>Saya mengalami kehilangan harapan yang sangat dan ketakutan yang dalam. Pemisahan adalah ketiadaan akan harapan! Pemisahan secara eksternal adalah siksaan<br />
yang melampaui apa yang bisa kita percaya. Saya mau Anda mengetahui bahwa ada tempat yang ada di suatu tempat yang merupakan pemisahan secara kekal. Saat itu<br />
saya diijinkan tidak hanya melihat tetapi mengalami perasaan seperti apakah pemisahan secara kekal. Dan saya mulai menangis pada Tuhan.</p>
<p>bersambung ke part 3</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kecelakaan-jatuh-ke-sorga-part-2" title="setiga yang hilang">setiga yang hilang</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.727 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kecelakaan-jatuh-ke-sorga-part-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecelakaan Jatuh Ke Sorga (Part 1)</title>
		<link>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kecelakaan-jatuh-ke-sorga-part-1</link>
		<comments>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kecelakaan-jatuh-ke-sorga-part-1#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 14:51:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepercik Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[Sorga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://turalakey.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Ini hanya suatu malam di bulan Agustus bagi empat orang pria dan saya sendiri yang biasa melakukan lompat dengan parasut secara rutin. Kondisi untuk terbang
memang tidak baik, karena kombinasi dari suhu yang panas dan kelembaban yang tinggi. (dikutip dari http://www.surga.info)
Saya tidak memikirkannya, saya adalah seorang peski udara dan sudah bekerja pada tim demonstrasi di hadapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini hanya suatu malam di bulan Agustus bagi empat orang pria dan saya sendiri yang biasa melakukan lompat dengan parasut secara rutin. Kondisi untuk terbang<br />
memang tidak baik, karena kombinasi dari suhu yang panas dan kelembaban yang tinggi. (dikutip dari http://www.surga.info)<span id="more-96"></span></p>
<p>Saya tidak memikirkannya, saya adalah seorang peski udara dan sudah bekerja pada tim demonstrasi di hadapan ribuan orang. Tidak semua di pesawat sesantai<br />
saya pada saat itu. Pada saat itu ada yang baru terjun pertama kali dan ada yang baru keempat kalinya. Seluncur udara adalah hidupku, tidak ada yang lain<br />
yang berarti. Ini telah memenangkan hatiku sejak menyaksikan pertunjukan di sekolah parasut. Perkembangan dari lompatan pertama sampai lompatan free-fall<br />
saya adalah cepat. Saya terobsesi olehnya &#8211; tidak ada waktu atau uang yang kuanggap terlalu banyak untuk hal ini. Kadangkala saya terbang dengan beberapa<br />
peselunsur udara terbaik di dunia.</p>
<p>Saya akan bercerita pada orang-orang di bar, berusaha membawa mereka pada hobi dan kesukaan saya&#8230; Saya bahkan punya stiker bemper. Teman-teman lama kuatir<br />
bahwa saya akan overboard, tetapi saya tidak peduli. Saya komitmen 100% pada seluncur udara, dan saya tahu bahwa saya memiliki kontrol atas hidup saya<br />
sepenuhnya. Pada malam itu, dengan muatan penuh sebanyak 6 orang, pesawat dengan lancar lepas landas, lalu melaju dengan kecepatan 100 mil / jam. Tiba-tiba,<br />
tanpa peringatan, mesin mati. Pilot melihat aku dan berkata, &#8220;Kita turun ke bawah!&#8221;. Pesawat lalu mengarah ke bumi, dan berakibat sayap menyatu dengan badan<br />
pesawat. Kemudian pesawat berputar, sayap berputar seperti roda dan mengarah ke bawah kemudian menghantam bumi.</p>
<p>Saya terjun bebas, dan wajah saya menghantam interior dinding pesawat yang keras. Terlukan dan shock, tiga peseluncur lain keluar dari rongsokan pesawat dan<br />
lari. Peseluncur keempat juga keluar. Dia melihat pilot dan saya bergerak dan menganggap bahwa kami sedang keluar melarikan diri juga. Setelah dia keluar,<br />
pesawat terbakar, tangki bahan bakar telah pecah dan gasolin pesawat terpancar ke mana-mana. Ketakutan, dia berteriak dan tiba-tiba sadar bahwa kami masih<br />
berada di pesawat. Lari kembali ke rongsokan pesawat yang terbakar, dia melihat aku, terbakar dari kepala sampai ujung kaki, mencoba melepaskan kakiku yang<br />
terperangkap di lubang di mana pesawat ada. Dia berteriak ke pilot supaya ikut melepaskan dan berusaha menarik keluar saya. Tetapi saya tertahan!</p>
<p>Saya lahir di tahun 1949 di Cleveland, Ohio pada era &#8220;happy day&#8221; dan tumbuh dengan sikap yang merefleksikan mood dari masyarakat saat itu. Saya hidup untuk<br />
hal-hal yang saya sukai, dan hidup bukanlah hal yang dianggap serius. Saya pergi ke gereja tiap hari Minggu (keluargaku adalah Katolik Roma), maka saya<br />
dibekali dengan pengetahuan akan Tuhan. Tetapi saya tidak pernah bertemu siapapun yang mengenal Dia secara pribadi.</p>
<p>Saat bertumbuh besar, saya memulai memainkan konsep daripada memikirkan hal yang sesuai alkitab, terkait dunia ini, penciptaan dan kekekalan. Ini menjauhkan<br />
dari pesan sederhana Injil yang menjadi faktor penting dalam hidupku (meskipun saya belum benar-benar bertobat) dan memiliki gaya hidup remaja umumnya yaitu<br />
pacaran dan olahraga.</p>
<p>Setelah lulus dari SMA, saya melanjutkan hidup dengan bekerja di perusahaan stockbroker. Kemudian saya berpikir saya sukses besar dan memiliki semuanya!<br />
Orang-orang kagum pada apa yang saya peroleh.</p>
<p>Pada umur 18 tahun saya pergi ke mana-mana. Saya bekerja di kota Cleveland downtown di kantor modern dan maju dikelilingi oleh banyak orang yang menarik,<br />
jadi pekerjaan saya menyenangkan, menantang dan menarik.</p>
<p>Dari luar, saya tampak sebagai pria muda penuh percaya diri, menarik &#8211; hidup serasa di pesta. Tetapi di dalam saya didorong oleh perasaan takut &#8211; takut tidak<br />
dipandang, takut gagal. Saya selalu mencari persetujuan dari orang lain. Walau saya tampak memiliki segalanya, sebenarnya saya hidup di ujung keputusasa-an.</p>
<p>Saya putus asa! Terbakar dari kepala sampai ke ujung kaki, dan terperangkap dalam rongsokan, tidak dapat melepaskan diri! Usaha kedua penyelamat saya<br />
berhasil, dengan kekuatan yang lebih dari kekuatan normal, dia menarik saya begitu kuat sehingga terlepas. Menyeret saya dari pesawat, dia melemparkan aku ke<br />
tanah dan menggulingkan saya untuk mematikan api. Hal ini dilakukan beberapa kali karena api masih menyala. Saat dia berhasil mematikan api, dia melangkah ke<br />
pilot tetapi sudah terlambat. Dia sudah terbakar sampai mati.</p>
<p>Saya berbaring di tanah, terluka parah. Kulit lengan dan tangan ku terkelupas ke tanah seperti pada ayam goreng. Selain itu ada juga luka serius yaitu bagian<br />
wajah yang terpotong. Saya bertanya seberapa parah saya terbar dan komentarnya, dengan semua asap yang ada, mereka tidak dapat menceritakan. Tetapi mereka<br />
yakin bahwa sebenarnya mereka pikir saya tidak bisa diselamatkan. Ketika petugas medis memotong pakaian saya, mereka melihat bahwa saya telah bertahan dari<br />
luka bakar tingkat ketiga yang sanat serius pada sepertiga tubuh saya.</p>
<p>Meskipun saya muda, sehat luar biasa dan sangat atletis, progonosis adalah buruk, saya tidak punya kesempatan untuk bertahan, terutama karena luka bakar<br />
telah mencapai tingkat yang akan mengakibatkan komplikasi yang parah, dan hal itu terjadi.</p>
<p>bersambung part 2</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kecelakaan-jatuh-ke-sorga-part-1" title="lakey tanah">lakey tanah</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.664 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kecelakaan-jatuh-ke-sorga-part-1/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Arloji yang Hilang</title>
		<link>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kisah-arloji-yang-hilang</link>
		<comments>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kisah-arloji-yang-hilang#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 02:48:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepercik Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Penghotbah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://turalakey.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. <span id="more-94"></span>Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.<br />
Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.</p>
<p>Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.</p>
<p>&#8220;Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?&#8221;, tanya si tukang kayu.</p>
<p>&#8220;Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada&#8221;, jawab anak itu.</p>
<p>Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam &#8216;kesibukan dan kegaduhan&#8217;. Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan. &#8220;Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.&#8221; (Pengkhotbah 4:6). &#8220;</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kisah-arloji-yang-hilang" title="arloji">arloji</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kisah-arloji-yang-hilang" title="kisah arloji yang hilang">kisah arloji yang hilang</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.48 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/kisah-arloji-yang-hilang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membersihkan Rumah Hatiku</title>
		<link>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/membersihkan-rumah-hatiku</link>
		<comments>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/membersihkan-rumah-hatiku#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 04:41:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepercik Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[cita-cita]]></category>
		<category><![CDATA[kuatir]]></category>
		<category><![CDATA[masa lalu]]></category>
		<category><![CDATA[putus asa]]></category>
		<category><![CDATA[rumah hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://turalakey.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Minggu lalu aku membuang KEKUATIRAN Sudah usang yang menghalangiku menjadi diri sendiri Dan membuatku tak berbuat sesuai jalan Tuhan Aku membuang KEPUTUS ASAAN; Mereka hanya menyesakkanku saja. Memberikan tempat untuk PERTUMBUHAN, Menyingkirkan mimpi usang dan keraguan Aku membuang buku tentang MASA LALU (pun tidak sempat membacanya) Menggantinya dengan CITA-CITA BARU, Mulai membacanya hari ini. Aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu lalu aku membuang KEKUATIRAN Sudah usang yang menghalangiku menjadi diri sendiri Dan membuatku tak berbuat sesuai jalan Tuhan Aku membuang KEPUTUS ASAAN; Mereka hanya menyesakkanku saja. Memberikan tempat untuk PERTUMBUHAN, Menyingkirkan mimpi usang dan keraguan Aku membuang buku tentang MASA LALU (pun tidak sempat membacanya) Menggantinya dengan CITA-CITA BARU, Mulai membacanya hari ini.<span id="more-89"></span> Aku menyingkirkan kebencian dan kenangan buruk, (ingat bagaimana aku begitu apik menyimpannya?) Aku juga memilih FILOSOFI BARU, yang lama sudah aku buang.  Membeli beberapa buku baru juga. Judulnya AKU MAMPU, AKU MAU dan AKU HARUS Membuang AKU MUNGKIN, AKU PIKIR dan AKU INGIN. Wow, debunya banyak.  Aku juga mendatangi KAWAN LAMA, Sudah lama tidak menjumpainya Aku rasa namanya TUHAN Ya, aku sungguh menyukai gayaNya  Dia menolongku dalam pembersihan ini Dan menambahkan beberapa benda Seperti DOA, HARAPAN dan IMAN Ya, kuletakkan mereka semua di rak.  Aku mengambil benda special ini Dan meletakkannya di depan pintu AKU MENEMUKANNYA &#8211; namanya KEDAMAIAN Tidak ada yang dapat membuatku kecewa lagi.  Ya, rumahku sudah terlihat nyaman. Terlihat indah sekelilingnya. Sudah tidak ada lagi tempat Untuk KEKUATIRAN dan MASALAH  Sangatlah baik membersihkan rumah Membuang barang-barang usang dari rak Sekarang semuanya bersinar cemerlang Mungkin kamu harus MENCOBANYA SENDIRI !!!!</p>
<p>by : Deasy Rondonuwu</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/membersihkan-rumah-hatiku" title="pembersihan rumah">pembersihan rumah</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/membersihkan-rumah-hatiku" title="rumah hatiku">rumah hatiku</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/membersihkan-rumah-hatiku" title="rumah hatiku com">rumah hatiku com</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.897 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/membersihkan-rumah-hatiku/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berjalan Bersama Yesus Melewati Badai &#124; Markus 6:45-56</title>
		<link>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/berjalan-bersama-yesus-melewati-badai-markus-645-56</link>
		<comments>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/berjalan-bersama-yesus-melewati-badai-markus-645-56#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 03:38:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepercik Cahaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://turalakey.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Saat itu tengah malam. Angin berhembus kencang, ombak menerjang, jarak pandang sangat pendek, dan tidak ada siapa-siapa di danau Galilea. Bagi para murid, situasi demikian adalah krisis besar. Parahnya, Yesus tidak ada bersama mereka. Dia sedang berdoa di gunung.
Dalam keadaan terkurung badai, mereka mungkin berpikir Yesus telah melupakan. Namun, Dia tahu pasti dimana mereka berada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat itu tengah malam. Angin berhembus kencang, ombak menerjang, jarak pandang sangat pendek, dan tidak ada siapa-siapa di danau Galilea. Bagi para murid, situasi demikian adalah krisis besar. Parahnya, Yesus tidak ada bersama mereka. Dia sedang berdoa di gunung.<span id="more-29"></span></p>
<p>Dalam keadaan terkurung badai, mereka mungkin berpikir Yesus telah melupakan. Namun, Dia tahu pasti dimana mereka berada dan apa yang dialami. Yesus tahu keberadaan kita. Tak ada tempat tersembunyi dari hadapan-Nya. Tak ada pengujian yang mampu merintangi pandangan-Nya. Kita akan selalu dilihat, diketahui dan dimengerti oleh-Nya!</p>
<p>Segera setelah Yesus meninggalkan tempat doa-Nya, Dia menuju murid-murid- Nya. Namun, tak satu pun dari mereka mengenali-Nya, oleh karena cara-Nya yang unik: Dia berjalan di atas air! Mungkin kita tidak mengenali Yesus saat Dia datang untuk meredakan badai hidup. Mengapa? Karena dilanda oleh ketakutan dan keputusasaan sendiri, sehingga tidak menyadari bahwa Dia sedang menghampiri.</p>
<p>Bila kita menyadari Yesus selalu hadir di saat paling sulit sekalipun, berarti kita telah menerima kebenaran yang sangat berharga. Murid-murid Yesus pernah menyaksikan bagaimana Yesus berkuasa atas ombak dan angin laut (Matius 8:23-26). Dalam badai kali ini, mereka melihat Tuhan berjalan di atas air, bahkan salah satu dari mereka berkesempatan melakukan hal yang sama. Di saat badailah kita dapat belajar tentang siapa Yesus, apa yang dilakukan-Nya, dan memahami potensi sebenarnya.</p>
<p>Saat kesulitan menerpa, mintalah mata rohani untuk mengenali kehadiran Tuhan. Lalu, dengarkanlah suara-Nya, dan taatlah (Yohanes 10:27).</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/berjalan-bersama-yesus-melewati-badai-markus-645-56" title="berjalan bersama Yesus">berjalan bersama Yesus</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/berjalan-bersama-yesus-melewati-badai-markus-645-56" title="berjalan dengan yesus">berjalan dengan yesus</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/berjalan-bersama-yesus-melewati-badai-markus-645-56" title="markus 6:45">markus 6:45</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/berjalan-bersama-yesus-melewati-badai-markus-645-56" title="Berjalan bersama Jesus">Berjalan bersama Jesus</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/berjalan-bersama-yesus-melewati-badai-markus-645-56" title="selalu bersama YESUS">selalu bersama YESUS</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/berjalan-bersama-yesus-melewati-badai-markus-645-56" title="saat badai yesus">saat badai yesus</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/berjalan-bersama-yesus-melewati-badai-markus-645-56" title="murid Yesus badai">murid Yesus badai</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/berjalan-bersama-yesus-melewati-badai-markus-645-56" title="murid yesus">murid yesus</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/berjalan-bersama-yesus-melewati-badai-markus-645-56" title="melewati badai">melewati badai</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/berjalan-bersama-yesus-melewati-badai-markus-645-56" title="matius ombak badai">matius ombak badai</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.386 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/berjalan-bersama-yesus-melewati-badai-markus-645-56/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menabur dalam ROH</title>
		<link>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/menabur-dalam-roh</link>
		<comments>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/menabur-dalam-roh#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 01:47:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepercik Cahaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://turalakey.com/uncategorized/menabur-dalam-roh</guid>
		<description><![CDATA[Menabur dalam ROH
… “ Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” ( Gal 6 : 8 )

Jiwa yang berpihak pada kedagingan akan memunculkan create vision ( cita-cita ), yang pada akhirnya akan mengarah pada hidup dalam kedagingan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menabur dalam ROH<br />
… “ Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” ( Gal 6 : 8 )</p>
<p><span id="more-26"></span></p>
<p>Jiwa yang berpihak pada kedagingan akan memunculkan create vision ( cita-cita ), yang pada akhirnya akan mengarah pada hidup dalam kedagingan. Sedangkan apabila jiwa dan roh kita berpihak pada Roh Kudus, maka Roh Kudus akan memberikan iman kepada kita, serta visi yang diciptakan oleh iman itu sendiri. Buah-buah yang dihasilkan dari visi dengan berdasarkan kedagingan akan berakibat buruk. Oleh karena itu kita sebagai manusia roh harus belajar untuk memiliki kepekaan ketika hendak melakukan suatu tindakan, karena antara ambisi dan iman itu memiliki perbeaan yang sangat tipis, selain itu iman dan ambisi itu berjalan bersama-sama. Tetapi suatu saat kedua hal ini akan diuji oleh Tuhan ketika manusia hendak mencapai esensi daripada kehidupan yaitu kasih.<br />
Apabila kita membaca dari 1 Kor 15 : 45 – 53, maka kita akan mendapatkan suatu pemahaman bahwa manusia lahirlah atau manusia alamiah kita tidak akan masuk dalam Kerajaan Surga, sedangkan yang masuk dalam Kerajaan Surga adalah manusia roh kita. Walaupun demikian, saat ini kita tidak bisa meninggalkan atau lepas dari manusia alamiah , karena manusia alamiah dengan manusia roh ini terbentuk menjadi satu selama kita tinggal di dunia ini. Tetapi apabila kita hidup dalam pimpinan Roh Kudus maka kita sanggup hidup dalam kekudusan-Nya. Oleh sebab itu kita harus mendewasakan manusia roh kita dan melatih manusia alamiah untuk tunduk dan melakukan seperti yang manusia roh kehendaki, sebab didalam manusia alamiah kita akan mengerjakan pekerjaan yang tidak binasa yaitu kehidupan yang kekal, Roh Allah yang ada dalam diri manusia memampukan kita dipimpin oleh Roh Kudus. Sebab ketika kita hidup dalam pimpinan Roh, maka kita tidak akan menuruti keinginan daging. Apabila kita tetap dalam hidup dalam pimpinan Roh, maka kita hidup dalam kemakmuran.<br />
Saudara, jikalau saat ini kita hidup hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri, maka janganlah kita lanjutkan sebab Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk hidup dipimpin oleh Roh Allah yang pada akhirnya kita akan dibawa untuk menjadi manusia yang sempurna. Oleh karena itu janganlah kita menunda untuk belajar mencari kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya terlebih dahulu, karena semuanya ditambahkan dalam kehidupan kita ( Mat 6 : 33 ).<br />
Tetapi carilah dahlu Kerajaan Allah dan kebenarnnya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.<br />
Menabur dalam roh adalah sesuai dengan keinginan Tuhan tetapi orang yang menabur dalam daging, ialah orang yang menabur hanya berdasarkan keinginan diri sendiri yang penuh dengan hawa nafsu. Tunduklah pada firman dan Roh Kudus maka benih taburan kita akan diberkati Tuhan. Amin.</p>
<p>Kita diciptakan untuk memberi, tidak hanya untuk menyenangkan diri sendiri. Jika anda kehilangan kebenaran ini, anda akan kehilangan kelimpahan dan luapan sukacita yang telah Tuhan sediakan bagimu. Pada saat anda keluar menjangkau orang-orang yang membutyhkan. Kunjungilah panti asuhan atau rumah sakit anak-anak. Jadilah temannya dan berilah ia dorongan semangat. Anda perlu menabur sejumlah beih agar Tuhan dapat memberimu panen besar. Yak 3 : 18</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/menabur-dalam-roh" title="menabur">menabur</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/menabur-dalam-roh" title="hidup dalam roh">hidup dalam roh</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/menabur-dalam-roh" title="Apa yang dimaksud menabur dalam roh?">Apa yang dimaksud menabur dalam roh?</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/menabur-dalam-roh" title="roh com">roh com</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/menabur-dalam-roh" title="roh alamiah">roh alamiah</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/menabur-dalam-roh" title="Menabur dalam roh">Menabur dalam roh</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/menabur-dalam-roh" title="hidup di dalam pimpinan roh">hidup di dalam pimpinan roh</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/menabur-dalam-roh" title="dalam roh">dalam roh</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/menabur-dalam-roh" title="Berjalan dalam Roh">Berjalan dalam Roh</a></li><li><a href="http://turalakey.com/sepercik-cahaya/menabur-dalam-roh" title="barangsiapa tinggal di dalam roh">barangsiapa tinggal di dalam roh</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.752 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/menabur-dalam-roh/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan itu Baik</title>
		<link>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/tuhan-itu-baik</link>
		<comments>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/tuhan-itu-baik#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 03:41:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepercik Cahaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://turalakey.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Ada dua orang yang mengadakan perjalanan bersama. Mereka membawa seekor keledai untuk mengangkut barang-barang mereka, sebuah obor untuk menerangi jalan di waktu malam, dan seekor ayam, yang merupakan teman keledai itu. Ayam itu duduk di kepala keledai sepanjang perjalanan.
Salah seorang di antaranya sangat saleh, sedangkan seorang yang lainnya tidak percaya pada Tuhan. Sepanjang jalan mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada dua orang yang mengadakan perjalanan bersama. Mereka membawa seekor keledai untuk mengangkut barang-barang mereka, sebuah obor untuk menerangi jalan di waktu malam, dan seekor ayam, yang merupakan teman keledai itu. Ayam itu duduk di kepala keledai sepanjang perjalanan.<span id="more-31"></span><br />
Salah seorang di antaranya sangat saleh, sedangkan seorang yang lainnya tidak percaya pada Tuhan. Sepanjang jalan mereka sering berbincang-bincang tentang Tuhan. &#8220;Tuhan itu sangat baik,&#8221; kata orang yang pertama.<br />
&#8220;Kita akan lihat jika pendapatmu itu bisa bertahan dalam perjalanan ini,&#8221; kata orang yang kedua.<br />
Menjelang petang, mereka tiba di sebuah desa kecil, dan mereka mencari tempat bermalam. Meskipun mereka sudah mencari kesana kemari, tapi tidak seorang pun menerima mereka. Dengan berat hati mereka meneruskan perjalanan sampai keluar kota itu, dan mereka memutuskan tidur di sana.<br />
&#8220;Saya pikir kamu tadi bilang bahwa Tuhan itu baik,&#8221; kata orang kedua dengan sinis.<br />
&#8220;Tuhan telah memutuskan bahwa di sinilah tempat bermalam kita yang terbaik,&#8221; jawab temannya.<br />
Mereka memasang tempat tidur mereka di bawah sebuah pohon yang besar, di samping jalan menuju ke desa tadi, lalu mengikat keledai mereka lima meter dari tempat tidur mereka. Ketika mereka mau menyalakan obor, tiba-tiba terdengar suara gaduh. Seekor singa menerkam keledai mereka hingga mati dan menyeretnya untuk dimakan. Dengan segera kedua orang itu memanjat pohon agar selamat.<br />
&#8220;Kamu masih bilang bahwa Tuhan itu baik?&#8221; kata orang yang kedua dengan marah.<br />
&#8220;Jika singa itu tidak menerkam keledai kita, ia tentunya menyerang kita. Tuhan memang baik,&#8221; jawab orang yang pertama.<br />
Beberapa saat kemudian terdengar jeritan ayam mereka. Dari atas pohon, mereka bisa melihat bahwa seekor kucing liar telah menerkam ayam mereka dan menyeretnya ke sana kemari.<br />
Sebelum orang kedua sempat berkata sesuatu, orang yang pertama mengatakan, &#8220;Jeritan ayam itu sekali lagi menyelamatkan kita. Tuhan itu baik.&#8221;<br />
Beberapa menit kemudian hembusan angin kencang memadamkan obor mereka, yang merupakan satu-satunya penghangat badan mereka di malam yang kelam<br />
itu. Sekali lagi orang yang kedua mengejek temannya. &#8220;Tampaknya kebaikan Tuhan terus bekerja sepanjang malam ini,&#8221; katanya. Kali ini, orang yang pertama<br />
diam saja.<br />
Pagi hari berikutnya kedua orang itu kembali menuju desa itu untuk mencari makanan. Mereka segera mendapati bahwa segerombolan besar perampok telah menyerang desa itu semalam dan merampok seluruh desa itu.<br />
Mengetahui hal ini orang yang pertama berkata, &#8220;Akhirnya menjadi jelas bahwa Tuhan itu memang sangat baik. Seandainya kita bermalam di desa ini, maka kita pasti sudah dirampok bersama seluruh desa ini. Seandainya angin tidak memadamkan obor kita, maka para perampok itu, yang pasti melewati jalan di dekat tempat kita tidur, akan melihat kita dan merampok barang-barang kita. Jelas, Tuhan itu baik!!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://turalakey.com/sepercik-cahaya/tuhan-itu-baik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
